HRD

From Wiki paramadina

Jump to: navigation, search

Contents

Daftar Inisial Pegawai

  1. ALA : A Luthfi Assyaukanie
  2. ASN : A Sanusi
  3. AEW : AG. Eka Wenats Wuryanta
  4. ARU : Aan Rukmana
  5. AHW : Abdul Hadi W.M.
  6. ANH : Abdul Muis Naharong
  7. AWA : Abdul Wadud
  8. ANZ : Abu Nadzir
  9. AMM : Ade Muhammad Mansur
  10. AST : Adi Sutardi
  11. ADP : Aditia Dwi Pramono
  12. ASH : Afifah Shihab
  13. AJF : Agoes Joesoef
  14. AAI : Agus Ardani
  15. AWG : Agustin Widyaningsih
  16. AJS : Ajat Sudrajat
  17. AKU : Akmaludin
  18. ALK : Alfikalia
  19. ADL : Andilala
  20. ABS : Anggara Bakti Srikandi
  21. ABW : Anies Rasyid Baswedan
  22. ANT : Anita Maharani
  23. AMU : Anwar Muslim
  24. AHY : Arief Haryadi
  25. ARS : Aris Subagio
  26. ASR : Asep Supriatna RH
  27. AIS : Asriana Issa Sofia
  28. AST : Astasari
  29. AND : Ayu Dwi Nindyati
  30. BSW : Bambang Suwandi
  31. BAS : Bima Arya Sugiarto
  32. BPS : Bima Priya Santosa
  33. CAJ : Christiani Ajeng Rianti
  34. DWN : Darmawan
  35. DSF : Dedi Sutajah Fudin
  36. DEW : Devi Wulandari
  37. DKU : Dewi Kurniaty
  38. DGP : Diki Gita Purnama
  39. DWI : Dinna Wisnu
  40. DHA : Djayadi Hanan
  41. DSU : Doddy Suryadi
  42. DRM : Doel Rokhman
  43. DDA : Donny Dharmawan
  44. DSY : Dwi Susiyati
  45. ENJ : Elly Nurul Janah
  46. ERA : Emmy Rotua
  47. EFI : Emy Fitriani
  48. EHT : Evi Herawati Trisna
  49. FAA : Faisal Afiff
  50. FMR : Farid M. Ibrahim
  51. FEK : Fatchiah E. Kertamuda
  52. FNA : Fiqie Noor Anbiya
  53. FIT : Fitri Intania Hadiati
  54. HZU : Hadi Zulfan
  55. HRI : Haepi Rivai
  56. HMD : Hamdani
  57. HRA : Handi Risza
  58. HHH : Haris Herdiansyah
  59. HTY : Harry T.Y. Achsan
  60. HWH : Hendriana Werdhaningsih
  61. HWI : Heriani Wirastuti
  62. HTM : Husni Thamrin
  63. IMA : Iin Mayasari
  64. IKI : Ika Karlina Idris
  65. IVS : Ivonne Sartika Mangula
  66. IWI : Iyus Wiadi
  67. INP : Indira Nadya Paramitha
  68. JPU : Jaya Putra
  69. JFA : Joddi Fachrurozi
  70. JAC : Juni Alfiah Chusyairi
  71. KAR : Kania Aranda
  72. KBL : Kenny Badjora Lubis
  73. KYU : Kurniawaty Yusuf
  74. LHI : Laela Halisa Putri
  75. LAN : Lina Anggraeni
  76. LAR : Luky Arifin
  77. MWI : Makarim Wibisono
  78. MHS : Marhusin
  79. MWW : Maria Wahyu Widayati
  80. MES : Maritha Eka Susanti
  81. MAR : Marlina
  82. MRL : Marulloh
  83. MKF : Meikhal Firmansyah
  84. MWY : Merwan Yusuf
  85. MSB : Mohammad Subhi
  86. MDE : Muhammad Dendy
  87. MDM : Muhammad Donni Meirandy
  88. MYF : Muhammad Yusuf
  89. ZAI : Muhammad Zainuri
  90. MUL : Mulyadi
  91. MYD : Mulyadi, SE
  92. MNP : Muna Noor Pratiwi
  93. NWI : Nanang Widananto
  94. NAW : Nasrul Anwar
  95. NSI : Nina Suryani
  96. NFE : Noel Febry Ardian
  97. NSA : Nurhayani Saragih
  98. NAJ : Nurul Anniza Johan
  99. NYK : Nuryakin
  100. PNJ : Panjang
  101. PHA : Peni Hanggarini
  102. PRD : Priadi
  103. PNA : Prima Naomi
  104. PYO : Putri Yuriko
  105. QKD : Q.K. Dikara Barcah
  106. GCE : R. Gilang Cempaka
  107. RCI : Radsi Citawan
  108. RFK : Rauf Farkhan
  109. REI : Rendy Indriyanto
  110. RHE : Retno Hendrowati
  111. RSD : Rini Sudarmanti
  112. RUP : Rini Utami Pramono
  113. RDA : Rizki Damayanti
  114. RHO : Rizki Hudi Oentoro
  115. RJS : Robby Johansyah
  116. RCH : Ruchyana
  117. RVE : Rumondang Veronica
  118. KWN : S.A.Kurniawan
  119. SSK : Sari.S.Karim
  120. SRI : Selamet Riyadi
  121. SPR : Shiskha Prabawaningtyas
  122. SNH : Siti Nurhasanah
  123. SNU : Siti Nurhayati (Akademik)
  124. SNY : Siti Nurhayati (Perpustakaan)
  125. SBR : Sobirin
  126. SNI : Suci Nuriatil Islamiyah
  127. WWN : Sudarmawan
  128. SPU : Sugeng Purwanto
  129. SLW : Sulistyowati
  130. SRT : Suratno
  131. SRY : Suraya
  132. SBA : Syafiq Basri Assegaff
  133. SYF : Syarifuddin
  134. TNT : Tanoto
  135. TRA : Tia Rahmania
  136. TTA : Totoh Tahsim Alhamidi
  137. TAM : Totok Amin Soefijanto
  138. THA : Tri Haryono
  139. VAZ : Very Aziz
  140. WTA : Wahyutama
  141. WKA : Widya Kartikarini
  142. WJA : Wijayanto
  143. YHN : Yeni Handayani
  144. YNU : Yeni Nuraeni
  145. YHS : Yoyok Heru Suprapto
  146. YDD : Yuda Djuanda
  147. YNA : Yudia Natakusuma
  148. YNM : Yunika Murdayanti
  149. YKU : Yusuf Kurniadi
  150. ZAA : Z.A.Achmady
  151. ZKN : Zulkarnain

Tunjangan Hari Tua

  1. Tunjangan Hari Tua (THT) merupakan suatu bentuk penghargaan Universitas kepada pegawai tetap atas pengabdiannya;
  2. Tunjangan Hari Tua (THT) merupakan kesejahteraan yang diharapkan oleh pegawai untuk masa depannya dan diharapkan dapat memberi ketenangan dan peningkatan semangat kerja pegawai;
  3. Universitas memberikan Tunjangan Hari Tua (THT) kepada pegawai tetap, setelah yang bersangkutan menjadi pegawai tetap sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  4. Cuti akademik/non akademik tidak diperhitungkan sebagai masa kerja;
  5. Besarnya Tunjangan Hari Tua (THT) tersebut, sama dengan gaji rata-rata satu bulan dalam setiap tahun berjalan, di luar lembur serta honor-honor lainnya;
  6. Tunjangan Hari Tua (THT) diberikan setiap akhir tahun berjalan (per 31 Desember);
  7. Tunjangan Hari Tua tersebut akan dikelola dalam bentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pada lembaga keuangan yang ditunjuk oleh Universitas;
  8. Setiap tahun pegawai akan menerima laporan besarnya Tabungan Hari Tua;
  9. Tunjangan Hari Tua (THT) tidak dapat diambil atau dicairkan dengan alasan apapun kecuali yang bersangkutan telah mengakhiri masa kerjanya (pensiun) dan atau diberhentikan dan atau mengundurkan diri dan atau meninggal dunia;
  10. Pegawai Kontrak tidak mendapatkan Tunjangan Hari Tua (THT).

Tata Tertib Kerja

Tata tertib kerja diberlakukan bagi semua pegawai, agar dapat melaksanakan fungsi/tugas/ jabatan operasionalnya secara optimal dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, khususnya mahasiswa. Hal ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yang wajib ditaati oleh semua pegawai universitas

Jam Kerja

  1. Jam kerja di Universitas minimal 40 jam kerja per minggu. Jam kerja normal bagi pegawai adalah 5 (lima) hari kerja, pukul 08.00 sampai dengan 16.30 WIB;
  2. Pimpinan mendelegasikan kepada Bagian Umum untuk menjamin bahwa kebijakan pembagian kerja berdasarkan shift untuk pegawai tertentu dilaksanakan dengan semestinya;
  3. Pegawai wajib mengisi daftar hadir yang telah disediakan oleh Universitas. Mengabaikan tugas ini dianggap sebagai mangkir atau cuti kecuali jika ada penjelasan seperti sakit, perjalanan dinas, dan lain-lain. Perilaku kelambanan tidak dibenarkan dan perlu diperingatkan.
  4. Pegawai akademik, tugasnya baik yang menduduki jabatan struktural ataupun tidak, pengaturan jam kerja, diarahkan dalam rangka pelaksanaan tugas/jabatan akademik yaitu pelaksanaan proses belajar mengajar, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan kegiatan penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perhitungan jam kerja tersebut dikonversikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS) sebesar 40 SKS per tahun.

Hak dan Kewajiban Pegawai

Pegawai Berhak

  1. Memperoleh gaji, honorarium, tunjangan, asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas. Ketentuan ini tidak berlaku bagi pegawai kontrak dan pegawai akademik yang diangkat dengan status dosen tetap kurang dari 40 jam;
  2. Memperoleh perlakuan dan kesempatan yang sama, untuk mengembangkan diri baik dalam bentuk pelatihan, pendidikan maupun promosi jabatan;
  3. Memperoleh cuti sesuai ketentuan yang berlaku;
  4. Menyampaikan usul, saran, pendapat pada atasan.

Kewajiban Umum Pegawai

  1. Mentaati Undang-Undang serta peraturan yang berlaku bagi seluruh Warga Negara Indonesia;
  2. Mentaati hukum dan kebiasaan masyarakat yang beradab;
  3. Mentaati ajaran agama yang dianutnya;
  4. Mentaati peraturan/kebijakan khusus yang berlaku di lingkungan Universitas;
  5. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik almamater dari sikap, perilaku dan perbuatan yang tidak terpuji baik melalui ucapan, tulisan, gambar dan ataupun tindakan perorangan ataupun kelompok;
  6. Menjalin hubungan baik ke dalam maupun keluar Universitas atas dasar persaudaraan dan semangat bertenaga yang serasi, selaras dan seimbang;
  7. Menerima dengan penuh tanggung jawab terhadp penempatan dan atau penugasan yang diberikan oleh pimpinan dan atau pejabat yang berwenang.

Kewajiban Pegawai Akademik

  1. Mematuhi jadwal akademik;
  2. Menyelenggarakan proses belajar mengajar di dalam dan di luar kelas secara baik dan benar;
  3. Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan;
  4. Memelihara dan memanfaatkan kebebasan mimbar akademik;
  5. Mengembangkan potensi, bakat dan minat mahasiswa selaku peserta didik melalui disiplin ilmu yang ada di bawah binaannya;
  6. Membina akhlak mahasiswa;
  7. Mengembangkan sumber daya manusia yang bermiti, ahli, trampil dan profesional;
  8. Mematuhi segala peratuan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku;
  9. Melaksanakan kegiatan baik akademik maupun penunjang secara melembaga.

Kewajiban Pegawai Non Akademik

  1. Bekerja dengan berhasil guna dan berdaya guna untuk mencapai kinerja yang baik;
  2. Bekerja atas prinsip loyal, taat, kesinambungan, kerjasama, mutu, orientasi kepada proses dan hasil serta sasaran;
  3. Melayani, membantu dan mematuhi tugas-tugas dari atasan;
  4. Memelihara dan menjaga peralatan, perlengkapan dan ruang kerja agar nyaman, berdaya guna dan berhasil guna;
  5. Menyimpan dan mengamankan seluruh dokumen penting milik Universitas;
  6. Memelihara kerjasama dan saling membantu sesama pegawai;
  7. Memelihara keamanan, kebersihan, ketertiban dan peraturan kerja.

Hak dan Kewajiban Universitas

Hak Universitas

  1. Memberikan diskripsi fungsi/tugas/jabatan kepada seluruh pegawai;
  2. Mengangkat atau memberhentikan pegawai;
  3. Apabila dianggap perlu dapat menugaskan pegawai di luar jam kerja;
  4. Menetapkan peraturan atau tata tertib kerja yang berpedoman pada ketentuan perundang-undangan;
  5. Mengelola dan memberikan sanksi kepada pegawai yang melanggar peraturan yang berlaku;
  6. Memutuskan hubungan kerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kewajiban Universitas

  1. Membayar gaji, lembur, tunjangan dan kesejahteraan lainnya kepada pegawai sesuai dengan peraturan yang berlaku;
  2. Memberi kesempatan yang sama kepada pegawai yang ingin mengembangkan diri, berdasar kemampuan yang dimilikinya;
  3. Memberikan hak pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  4. Memperhatikan ketertiban, keamanan, keselamatan, kesehatan pegawai dengan menegakkan disiplin kerja pada pegawai;
  5. Menjaga rahasia kerja dan rahasia jabatan.

Absensi

  1. Pegawai, selain yang dikecualikan oleh pimpinan, sebelum dan sesudah melakukan kerja wajib mengisi daftar absen yang disediakan oleh Universitas;
  2. Setiap pegawai dilarang keras untuk mengisi daftar absen untuk orang lain;
  3. Setiap bulan, bagian SDM akan membuat rekapitulasi atas absensi pegawai. Perhitungan absensi dapat menjadi dasar pemberian uang konsumsi/snack, untuk penilaian kinerja pegawai yang bersangkutan serta untuk penerapan sanksi administratif bilamana perlu;
  4. Kepala Biro dan Ketua Jurusan bertanggung jawab atas terlaksananya ketertiban waktu kerja pada bagiannya masing-masing dan berhak untuk melakukan teguran terhadap pegawai yang melalaikan ketentuan mengenai kehadiran

Cara Hadir dan Meninggalkan Tempat Kerja

  1. Setiap pegawai wajib memulai dan mengakhiri kerjanya pada jam-jam kerja yang telah ditentukan;
  2. Pegawai yang meninggalkan tempat kerja pada jam kerja untuk suatu keperluan di luar keperluan pekerjaan wajib meminta ijin dari atasan yang berwenang

Pengelolaan Informasi, Tempat dan Peralatan Kerja

  1. Setiap pegwai wajib memelihara dan memegang teguh rahasia Universitas terhadap siapapun;
  2. Setiap pegawai dilarang membawa/menggunakan informasi atau data milik Universitas keluar dari lingkungan Universitas tanpa izin terlebih dahulu dari pimpinan;
  3. Setiap pegawai wajib memberikan keterangan dan informasi yang benar, baik yang mengenai dirinya maupun pekerjaannya kepada yang berwenang dalam hubungan dengan tugasnya;
  4. Setiap pegawai wajib memelihara kebersihan dan kerapihan tempat kerjanya;
  5. Setiap pegawai wajib memelihara semua alat-alat kerja dan sebagainya sehingga tidak menimbulkan kerusakan/kerugian pada Universitas;
  6. Setiap selesai bekerja, pegawai wajib mengatur dan menempatkan kembali alat-alat kerja pada tempatnya semula;
  7. Pegawai tidak diperkenankan membawa, memindahkan dan meminjamkan alat-alat perlengkapan kerja tanpa izin yang berwenang;

Tanggung Jawab Melaksanakan Tugas

  1. Setiap pegawai wajib mengikuti dan mematuhi keseluruhan petunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi kerja yang diberikan oleh atasannya atau Pimpinan Universitas yang berwenang memberikan petunjuk atau instruksi kerja tersebut;
  2. Setiap pegawai wajib melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban yang diberikan oleh Pimpinan Universitas sepanjang tugas dan kewajiban tersebut berada dalam batas-batas yang layak dan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku;
  3. Pegawai bertanggung jawab sepenuhnya kepada Pimpinan Universitas atas kerugian ataupun kerusakan yang timbul akibat kealpaan baik yang merugikan Universitas maupun pihak ketiga.

Melakukan Pekerjaan Lain

Setiap pegawai tidak diperkenankan untuk menerima atau melakukan pekerjaan lain dalam jam kerja resmi walau tanpa bayaran sekalipun, kecuali dengan izin terlebih dahulu dari Pimpinan Universitas

Penampilan

Pegawai diharapkan untuk berpenampilan rapi, terpelihara dan menghindari cara-cara yang ekstrim serta mengenakan pakaian yang menunjukkan sikap kerja profesional. Demikian juga halnya dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan lingkungan kerja

Penggunaan Kendaraan

Setiap penggunaan kendaraan operasional Universitas untuk keperluan pekerjaan, diharuskan mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Bagian Umum. Kendaraan operasional Universitas tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi selama jam kerja resmi. Penggunaan kendaraan operasional Universitas untuk kepentingan pribadi di luar jam kerja resmi harus mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Bagian Umum

Tindakan Disiplin

Tujuan dan tata cara tindakan disiplin adalah agar Pegawai dapat memperbaiki diri atas kekurangannya dan untuk mengoptimalkan prestasi kerjanya. Langkah-langkah tindakan disiplin dilakukan sebagai berikut:

Peringatan Lisan

Dalam hal prestasi kerja yang buruk atau pelanggaran ringan atas peratuan yang berlaku, maka pegawai akan ditegur dan dinasehati oleh pimpinan atau pejabat yang berwenang yang harus menunjukkan bukti kekurangan dari pegawai yang bersangkutan dan meminta pegawai tersebut untuk melakukan perbaikan atas kekurangan tersebut.

Peringatan Tertulis

Dalam kasus-kasus pelanggaran yang lebih berat terhadap peraturan yang berlaku atau prestasi kerja yang tidak memuaskan dari seorang pegawai berlanjut terus, pimpinan atau pejabat berwenang wajib untuk mengeluarkan surat peringatan. Surat peringatan tersebut harus secara terinci memuat kekurangan pegawai melalui tahapan sebagai berikut:

Surat Peringatan Pertama

Dikeluarkan oleh pimpinan atau pejabat yang berwenang untuk pegawai yang bersangkutan dan berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikeluarkan

Surat Peringatan Kedua

Dikeluarkan apabila pegawai yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan pertama masih gagal untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya dalam waktu berlakunya Surat Peringatan Pertama. Surat Peringatan Kedua dikeluarkan dan berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal dikeluarkan.

Surat Peringatan Ketiga

Dikeluarkan apabila tidak ada perbaikan yang dicapai oleh pegawai setelah menerima dan dalam waktu berlakunya Surat Peringatan Kedua. Surat Peringatan Ketiga harus disetujui oleh pimpinan dan berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Bila dengan Surat Peringatan Ketiga ini masihjuga tidak ada perbaikan dari pegawai yang bersangkutan, maka tindakan Pemutusan Hubungan Kerja dapat ditempuh oleh Universitas.

Pemutusan Hubungan Kerja

Universitas dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja pada pegawai yang melakukan pelanggaran berat sebagai berikut:

  1. Melakukan pencurian/penggelapan;
  2. Melakukan penganiayaan terhadap keluarga atau sesama pegawai;
  3. Memikat teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum atau melakukan kejahatan;
  4. Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya milik Universitas sehingga mnederita kerugian/kerusakan;
  5. Berkelahi di tempat kerja;
  6. Mabuk, berjudi dan berkelahi di tempat kerja;
  7. Menghina secara kasar atau mengancam pengurus, pegawai lain atau teman sekerja;
  8. Membongkar/membuka rahasia Universitas atau Rumah Tangga Universitas

Cuti dan Hari Libur

Dasar pemberian waktu untuk libur, berbagai macam cuti, sakit, dan lain-lain sebagainya merupakan bentuk lain dari kesejahteraan pegawai yang diberikan kepada pegawai sesuai dengan peraturan yang berlaku

Libur Nasional

  1. Pegawai berhak untuk meninggalkan pekerjaan pada hari libur resmi nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah, kecuali untuk kebutuhan operasional Universitas, seorang pegawai dapat ditugaskan untuk tetap bekerja pada hari libur tersebut. Pegawai yang melakukan kerja pada hari libur tersebut dianggap/diperlakukan sebagai kerja lembur.
  2. Universitas akan menetapkan hari libur nasional dari pemerintah dan cuti massal di sekitar Hari Raya Idul Fitri. Daftar libur nasional diumumkan pada hari pertama tahun berjalan

Cuti Tahunan

  1. Universitas memberikan cuti tahunan dipotong cuti massal di sekitar Hari Raya Idul Fitri yang jumlahnya disesuaikan dengan hari libur nasional. Jumlah hak cuti diperhitungkan sejak tanggal penerimaan.

tabel

  1. Tidak ada pembayaran sebagai pengganti hak cuti tahunan yang tidak terpakai;
  2. Cuti yang tidak terpakai diakumulasikan pada tahun berikutnya sejumlah ½ dari sisa cuti tersebut.
  3. Selama mengambil hak cuti tahunan pegawai tetap menerima THP penuh.

Cuti Besar

Setiap pegawai yang telah bekerja pada Universitas 10 (sepuluh tahun) berhak mengambil cuti panjang, paling lama 1 (satu) bulan kalender dengan pembayaran gaji penuh. Bagi pegawai yang tidak menggunakan kesempatan tersebut dapat diberikan penghargaan berupa gaji sebulan sebagai kompensasi. Sepuluh tahun kemudian, pegawai dapat mengambil cuti besar berikutnya

Cuti Besar Khusus

Adalah fasilitas cuti besar yang diberikan lebih awal kepada karyawan yang akan melaksanakan ibadah keagamaan (Ibadah Haji bagi umat Islam, Ziarah bagi umat Nasrani dan Dharmayatra bagi umat Hindu dan Budha

Cuti Akademik

Atas biaya Universitas

  1. Universitas tetap memberikan pembayaran gaji pokok selama pegawai menjalani pendidikan;
  2. Pegawai harus menandatangani kontrak yang mewajibkan pegawai bersangkutan kembali bekerja di Universitas selama 2 (dua) kali masa belajar (tahun)

Atas biaya sendiri

  1. Universitas tetap memberikan pembayaran gaji pokok selama maksimal 1 (satu) tahun;
  2. Pegawai harus menandatangani kontrak yang mewajibkan pegawai bersangkutan kembali bekerja di Universitas minimal 1 (satu) tahun

Cuti Melahirkan dan Keguguran

Hak cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan, dilaksanakan sedemikian rupa sehingga pegawai dapat memberikan ASI Eksklusif semaksimal mungkin kepada bayinya. Ketentuan cuti juga diberikan bagi pegawai yang mengalami keguguran kandungan sesuai rekomendasi dokter dengan diberikan waktu istirahat 1 ½ (satu setengah) bulan;

Cuti Haid

Pegawai perempuan diperkenankan cuti haid pada saat menstruasi sebanyak 1 (satu) hari

Cuti Di luar Tanggungan Universitas

  1. Diberikan kepada pegawai untuk menyelesaikan masalah-masalah penting yang bersifat pribadi. Diberikan minimal 1 (satu) bulan dan paling lama 1 (satu) tahun serta dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) bulan. Selama cuti di luar tanggungan, pegawai tidak berhak atas semua penghasilan dan tunjangan/fasilitas dari Universitas dan masa cuti di luar tanggungan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja aktif.
  2. Cuti di luar tanggung dapat diberikan kepada pegawai dengan masa kerja 5 (lima) tahun kecuali bila mengikuti suami/istri yang sedang menjalani pendidikan/tugas. Pegawai dapat diangkat kembali apabila telah mengajukan permohonan kembali bekerja selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum cuti berakhir.

Cuti Mendadak

Cuti mendadak diperlukan karena keadaan yang mendadak/darurat, sehingga tidak diharuskan mendapatkan persetujuan sebelumnya. Cuti mendadak diberikan apabila:

  1. Kematian istri/suami/orangtua/mertua/anak/saudara kandung - maksimal 2 hari
  2. Menjaga anggota keluarga yang sakit keras - maksimal 2 hari

Cuti Khusus

Cuti khusus dapat diberikan tanpa mengurangi hak cuti tahunan pegawai. Termasuk di dalam cuti khusus:

  1. Pernikahan pegawai: maksimal 3 (tiga) hari
  2. Istri pegawai melahirkan: maksimal 1 (satu) hari
  3. Perkawinan putra putri pegawai: maksimal 2 (dua) hari
  4. Wisuda pegawai: maksimal 1 (satu) hari
  5. Mengkhitankan/pembabtisan anak: maksimal 1 (satu) hari
  6. Proses pengadilan yang tidak bisa diwakilkan tidak terbatas

Sakit

Pegawai yang meninggalkan pekerjaan karena sakit selama 2 (dua) hari berturut-turut harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter selambat-lambatnya pada hari ketiga. Cuti sakit lebih dari 3 (tiga) bulan diberikan perpanjangan sebanyak 3 (tiga) kali, dengan Surat Keterangan Dokter

Tata Cara Pengajuan Cuti

  1. Meninggalkan pekerjaan atau tempat kerja atau tidak masuk kerja (kecuali dalam hal kematian) sebagaimana yang disebutkan di atas, harus diajukan secara tertulis dengan pengisian form cuti yang dikeluarkan oleh Biro Umum dan SDM;
  2. Atasan langsung berhak menolak atau menyetujui permohonan cuti tersebut dengan menandatangi form Pengajuan Cuti dan menyerahkan kepada Bagian SDM untuk perhitungan cuti.
  3. Permohonan cuti lebih dari 5 (lima) hari kerja harus diajukan 2 (dua) minggu sebelumnya. Keterlambatan pengajuan permohonan cuti dapat mengakibatkan ditolaknya permohonan tersebut tanpa harus diberikan penjelasan.

Tunjangan Kesehatan

Umum

  1. Universitas memberikan Tunjangan Kesehatan dalam rangka mensejahterakan seluruh pegawai Universitas;
  2. Universitas memberikan Tunjangan Kesehatan berupa Asuransi Kesehatan, bekerja sama dengan perusahaan asuransi kesehatan yang ditunjuk oleh Universitas. Untuk tahun 2006/2007 Universitas menunjuk PT. AJ Central Asia Raya untuk mengelola asuransi kesehatan;
  3. Besarnya Tunjangan Kesehatan ditentukan oleh Universitas sesuai dengan kebutuhan dan harga pengobatan pada umumnya;
  4. Tunjangan kesehatan berlaku selama pegawai masih bekerja di Universitas;
  5. Jenis Tunjangan Kesehatan yang diberikan oleh Universitas berupa Rawat Inap, Rawat Jalan, Rawat Gigi dan Melahirkan Normal.

Penerima Tunjangan Kesehatan

  1. Seluruh pegawai tetap Universitas Paramadina, sejak pengangkatannya mendapatkan tunjangan kesehatan;
  2. Istri/suami dan anak dari pegawai yang tidak bekerja atau tidak ditanggung oleh instansi lain. Maksimal 1 (satu) orang istri/suami dan 3 (tiga) anak di bawah usia 17 tahun;
  3. Pegawai laki-laki secara langsung akan mendapatkan Tunjangan Kesehatan bagi maksimal 1 (satu) orang istri dan 3 (tiga) orang anak di bawah 17 tahun;
  4. Pegawai perempuan dapat diberikan tunjangan kesehatan bagi maksimal 1 (satu) orang suami dan 3 (tiga) orang anak di bawah 17 tahun apabila ada bukti surat dari instansi yang berwenang bahwa suami tidak bekerja dan atau tidak mendapatkan tunjangan kesehatan dari tempat suami bekerja.

Rawat Inap

  1. Universitas memberikan asuransi rawat inap kepada seluruh pegawai dan keluarga yang berhak mendapatkan asuransi kesehatan;
  2. Besarnya plan rawat inap ditentukan oleh Universitas sesuai dengan kebutuhan;
  3. Rawat inap pada rumah sakit rujukan, dalam pembayarannya dapat langsung menunjukkan kartu peserta asuransi;
  4. Rawat inap pada rumah sakit bukan rujukan, pembayarannya melalui sistem reimburse dengan mengisi formulir yang telah disediakan;
  5. Pembayaran klaim rawat inap dibayarkan sebesar 100% dari klaim yang diajukan dengan jumlah tidak terbatas dalam waktu 1 (satu) tahun.

Rawat Jalan

  1. Universitas memberikan asuransi rawat jalan kepada seluruh pegawai dan keluarga yang berhak mendapatkan asuransi kesehatan;
  2. Besarnya plan rawat jalan ditentukan oleh Universitas sesuai dengan kebutuhan;
  3. Rawat jalan, dalam pembayarannya melalui sistem reimburse dengan melengkapi syarat-syarat tertentu;
  4. Pembayaran klaim rawat jalan dibayarkan sebesar 100% dari klaim yang diajukan dengan jumlah maksimal tertentu dalam waktu 1 (satu) tahun

Rawat Melahirkan Normal

  1. Universitas memberikan asuransi rawat melahirkan normal pada pegawai wanita yang sudah menikah dan istri dari pegawai laki-laki;
  2. Universitas memberikan asuransi rawat melahirkan normal pada pegawai wanita yang sudah menikah dan istri dari pegawai laki-laki yang memiliki anak maksimal 2 (dua) orang anak;
  3. Pegawai wanita yang sudah menikah atau istri dari pegawai laki-laki yang melahirkan normal maupun tidak normal, namun tidak tercover oleh asuransi karena satu dan lain hal, Universitas akan memberikan bantuan kompensasi (berupa uang) yang jumlahnya ditentukan oleh Universitas.
  4. Melahirkan normal, dalam pembayarannya melalui sistem reimburse dengan melengkapi persyaratan tertentu;
  5. Pembayaran klaim rawat jalan dibayarkan sebesar 100% dari klaim yang diajukan dengan jumlah maksimal tertentu dalam waktu 1 (satu) tahun.

Rawat Gigi

  1. Universitas memberikan asuransi rawat gigi untuk pegawai, tidak termasuk keluarga pegawai;
  2. Pembayaran klaim perawatan gigi dibayarkan sebesar 80% dari klaim yang diajukan dengan jumlah maksimal tertentu dalam waktu 1 (satu) tahun.

Asuransi Kematian

  1. Pegawai dan atau anggota keluarga yang usianya di bawah 1 tahun atau di atas 64 tahun, asuransi tidak dapat menjamin asuransi kematian;
  2. Bagi pegawai atau anggota keluarga yang meninggal dan tidak mendapat asuransi kematian, Universitas memberikan bantuan kompensasi (berupa uang) yang jumlahnya ditentukan oleh Universitas.

Peserta Tambahan

  1. Bagi pegawai yang ingin mengikutsertakan anggota keluarganya yang tidak mendapatkan tunjangan kesehatan dapat mengikutkan anggota keluarganya dengan syarat:
    1. Membuat surat permohonan penambahan peserta asuransi kesehatan kepada pimpinan Universitas;
    2. Memberikan bukti berupa Kartu Keluarga;
    3. Membayar premi asuransi kesehatan untuk anggota keluarganya sesuai dengan premi asuransi kesehatan yang diberikan oleh Universitas kepada pegawai yang bersangkutan;
  2. Pegawai tidak boleh menambahkan selain anggota keluarganya untuk mendapatkan asuransi kesehatan;
  3. Yang dimaksud dengan anggota keluarga adalah suami/istri/anak dari pegawai yang bersangkutan.

Plan Tunjangan Kesehatan 2009

Lembur

  1. Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan oleh pegawai setelah dan/atau melebihi waktu kerja biasa (40 (empat puluh) jam per minggu) pada hari-hari kerja atau kerja itu dilakukan pada jam-jam/hari-hari istirahat atau hari-hari libur resmi.
  2. Lembur diberikan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya sangat mendesak atau karena sifat pekerjaannya di luar jam kerja atau guna menyelesaikan pekerjaan yang apabila tidak segera dikerjakan akan mengakibatkan kerugian terhadap universitas, negara dan/atau masyarakat.
  3. Pelaksanaan kerja lembur harus atas perintah atasan yang berwenang memerintahkan kerja lembur, dengan mengisi form SPL (Surat Perintah Lembur) yang dikeluarkan dan disetujui oleh atasan langsung sebelum lembur dilaksanakan.
  4. Pembayaran kerja lembur pegawai non akademik hanya diberikan kepada pegawai dengan jabatan staf sampai dengan supervisor, sedangkan selebihnya dianggap sebagai pengabdian.
  5. Pegawai akademik dapat diberikan honorarium kelebihan jam mengajar sebesar 50% honorarium mengajar dosen luar biasa apabila mengajar pada jam kerja dan 100% apabila dilaksanakan di luar jam kerja.
  6. Waktu kerja lembur maksimal:
    1. 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu;
    2. 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari untuk melakukan pekerjaan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi yang ditetapkan;
    3. Jumlah keseluruhan kerja lembur adalah 60 (enampuluh) jam sebulan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  7. Jumlah jam kerja lembur efektif dalam satu bulan maksimal 60 jam, dan jika melebihi harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pimpinan masing-masing.
  8. Pegawai yang melakukan kerja lembur akan menerima upah yang selanjutnya disebut “upah Lembur”. Ketentuan ini tidak berlaku bagi pegawai akademik dan pegawai dengan jabatan manajer atau lebih, meski pegawai tersebut melakukan kerja lembur. Dasar perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut:(update)
  9. Pembayaran upah Lembur:
    1. Pada hari kerja biasa
      1. Untuk jam pertama = 1,5 x upah lembur;
      2. Untuk jam berikutnya = 2 x upah lembur;
    2. Pada hari istirahat/hari libur nasional
      1. Untuk 6 jam pertama = 2 x upah lembur;
      2. Untuk jam ke-7 dan seterusnya = 3 x upah lembur;
  10. Lembur di atas 4 (empat) jam disediakan uang konsumsi yang besarnya ditetapkan oleh pimpinan.
  11. Lembur pada hari istiharat/libur nasional disediakan uang transportasi yang besarnya ditetapkan oleh pimpinan.
  12. Uang lembur dibayarkan bersamaan dengan pembayaran gaji bulanan; dihitung dari tanggal 16 bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 15 bulan berjalan.

Remunerasi

Rekrutmen

Umum

  1. Universitas mempekerjakan pegawai yang memiliki tingkat pendidikan, kecakapan/keahlian dan pengalaman yang memadai, untuk mengisi fungsi/tugas/jabatan yang tersedia sebaik mungkin untuk menjamin kemampuan universitas dalam mengemban visi dan misi serta mencapai tujuan dan berhasil guna;
  2. Untuk mempertahankan stabilitas ketenagakerjaan, kondisi hubungan kerja yang bersaing, Univeristas dapat melakukan pengangkatan dan pemutusan hubungan kerja;
  3. Setiap waktu atau bila dianggap perlu untuk mencapai kedayagunaan yang optimal serta tujuan universitas, Pimpinan dapat menetapkan pengembangan atau perampingan struktur organisasi dan manajemen universitas, setelah dilakukan kajian mendalam demi efisiensi dan efektivitas kinerja organisasi.

Proses Rekruitmen

  1. Proses rekruitmen dilakukan oleh Biro Umum dan Personalia. Permintaan pegawai baru dapat dilakukan oleh atasan langsung dengan mengisi Formulir Permintaan Pegawai (FPP) dan mengajukannya ke Biro Umum dan SDM;
  2. Merupakan kebijakan Universitas untuk mempromosikan pegawai yang dapat menjadi kandidat yang tepat untuk dipromosikan ke dalam jabatan yang lowong, dalam rangka memberikan pengembangan karir dan alih kemampuan.

Proses Seleksi

  1. Setiap calon pegawai, baik pegawai akademik maupun non akademik yang akan diangkat harus melalui suatu wawancara dan psikotest;
  2. Wawancara untuk calon dosen dilakukan secara panel yang dihadiri oleh Deputi Rektor dan Ketua Jurusan;
  3. Wawancara untuk calon pegawai dilakukan oleh Biro Umum dan SDM dan pemakai;
  4. Psikotest dilakukan oleh psikolog/lembaga psikologi yang ditunjuk.

Persyaratan Lamaran

Calon pegawai harus menyerahkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Surat Lamaran
  2. Fotokopi ijasah/STTB;
  3. Fotokopi KTP;
  4. Fotokopi Kartu Keluarga;
  5. Fotokopi Surat Nikah (apabila sudah menikah);
  6. Daftar Riwayat Hidup;
  7. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar;
  8. Fotokopi SK Mendiknas tentang kepangkatan akademik (untuk pegawai akademik);
  9. Fotokopi SK Penyetaraan Ijasah (bagi lulusan luar negeri);
  10. Fotokopi dokumen lain yang dibutuhkan Bagian SDM.

Jenis Status Kepegawaian

Pegawai Tetap

  1. Pegawai harus melewati masa percobaan secara memuaskan. Lamanya masa percobaan dihitung sejak hari pertama kerja. Selama masa percobaan, Universitas maupun calon pegawai dapat memutuskan hubungan kerja dengan pemberitahuan 24 (dua puluh empat) jam sebelumnya tanpa harus mengatakan alasannya;
  2. Masa percobaan selama 6 (enam) bulan untuk dievaluasi. Masa percobaan tersebut dapat diperpanjang 1 (satu) kali. Selama masa percobaan, calon pegawai berhak mendapat gaji sebesar 75% dari gaji pokok dan tunjangan lain yang ditetapkan oleh Universitas.
  3. Calon pegawai tetap yang telah melewati masa percobaan secara memuaskan harus diangkat sebagai pegawai tetap dan berhak mendapatkan seluruh tunjangan yang merupakan bagian dari paket remunerasi.

Pegawai Kontrak

Pegawai kontrak bekerja untuk waktu tertentu dengan menandatangi Surat Perjanjian Kerja. Dalam Surat Perjanjian kerja tersebut ditetapkan bahwa:

  1. Tidak dibenarkan mensyaratkan masa percobaan;
  2. Maksimum masa kontrak adalah 1 (satu) tahun, bisa diperpanjang tetapi tidak lebih dari 3 (tiga) tahun.
  3. Pembaharuan kontrak dapat diadakan minimum 15 (lima belas) hari sebelum berakhirnya masa kontrak sebelumnya;
  4. Tidak berhak atas tunjangan-tunjangan yang berlaku;
  5. Mensyaratkan 3 (tiga) bulan pemberitahuan sebelumnya oleh kedua belah pihak apabila menginginkan pemutusan hubungan kerja sebelum berakhirnya masa kontrak yang berlaku, kecuali karena kesalahan besar atau meninggal dunia;
  6. Pegawai berhak atas 100% gaji sesuai dengan standar yang berlaku

Masa Percobaan

  1. Pengangkatan pegawai tetap dilakukan dengan masa percobaan:
    1. Maksimal 2 (dua) x 3 (tiga) bulan untuk tenaga non akademik dan
    2. Maksimal 2 (dua) x 1 (satu) semester (setara dengan 6 bulan) untuk tenaga akademik.
  2. Selama masa percobaan pegawai mendapat gaji sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari standar gaji yang berlaku.
  3. Menjelang selesainya masa percobaan, pegawai dinilai oleh atasan langsung dan atau panel dengan mengisi Form Penilaian Kinerja (FPK) yang dikeluarkan oleh Biro Umum dan SDM.

Pengangkatan

  1. Pegawai akademik dan non akademik dengan prestasi kerja yang memuaskan dapat diangkat sebagai pegawai tetap dengan surat keputusan pengangkatan pegawai yang memuat syarat dan kondisi pengangkatan, serta pemberian Nomor Induk Pegawai (NIP) yang ditetapkan oleh Bagian SDM;
  2. Untuk pegawai akademik juga akan diberikan Surat Keputusan pengangkatan yang dikeluarkan oleh Yayasan Wakaf Paramadina.

Penempatan

  1. Apabila Universitas memerlukan untuk memindahkan seorang pegawai dari bidang yang satu ke bidang yang lain, maka pegawai harus menerimanya sepanjang penempatan baru itu sesuai dengan pendidikannya, keahlian, pengalaman dan potensi pribadinya;
  2. Dalam hal pemindahan pegawai ini Universitas tidak akan mengurangi gaji pegawai yang diterima sebelumya, kecuali bila pemindahan disertai juga dengan penurunan pangkat karena pelanggaran disiplin.

Perjalanan Dinas

Tugas dan Kewajiban Dosen Tetap (No:18 tahun 2008)

Tujuan

Kebijakan ini bertujuan agar semua dosen tetap mempunyai rujukan ketetapan tentang tugas, kewajibannya dan bobot perhitungan beban tugas dosen dan atau pemegang amanah lainnya yang berhubungan dengan semua bentuk kegiatan dan pelayanan Universitas Paramadina.

Ruang Lingkup

Kebijakan ini berlaku bagi semua tenaga fungsional dosen tetap Universitas Paramadina yang diangkat oleh Yayasan Wakaf Paramadina. Untuk dosen yang sedang dalam proses penilaian menjadi dosen tetap, berlaku juga kebijakan ini.

Dasar Kebijakan

  1. SK Menpan Nomor 38 tahun 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
  2. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 61049/MPK/KP/99, Nomor 181 tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
  3. Keputusan Menteri Pendidikan RI No. 074/V/2004 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata Cara Penilaian Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

Penugasan Jabatan Fungsional Dosen Tetap

  1. Setiap dosen tetap dikenakan kewajiban menjalankan fungsinya sebagai akademisi sesuai jabatan yang diamanahkan oleh pihak menajemen universitas baik fungsional maupun struktural.
  2. Setiap dosen tetap harus menjalankan tugas dan kewajibannya dalam ruang lingkup program studi dan atau universitas sejauh mungkin sesuai dengan tridharma perguruan tinggi.
  3. Bobot total beban Sistem Kredit Semester yang wajib diambil setiap dosen tetap, ditetapkan sebagai berikut :
    1. Dosen tetap 40 jam harus melaksanakan minimal 40 satuan kredit semester per tahun, dalam setiap tahun akademis yang tersebar pada aktifitas : pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang pada setiap semester.
    2. Dosen tetap 24 jam dan dosen home base akan diatur dalam kebijakan tersendiri.
  4. Bobot SKS dihitung berdasarkan tabel pada lampiran 1 per semester.
  5. Bobot SKS harus dicantumkan pada Personal Service Contract yang diserahkan pada tiap awal semester dan dievaluasi oleh Direktorat Quality Assurance pada tiap akhir tahun.
  6. Apabila dosen tetap tidak memenuhi beban minimal yang ditetapkan dalam satu tahun, maka yang bersangkutan akan menjadi catatan bagi manajemen universitas untuk menentukan kebijakan.
  7. Untuk calon dosen tetap dalam masa evaluasi, tugas-tugas fungsional ditetapkan sesuai dengan ketentuan di atas dan diatur oleh pihak manajemen program studi.
  8. Kebijakan ini secara teratur dikaji ulang satu kali dalam setahun oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas.
  9. Ketentuan ini berlaku mulai semester gasal tahun ajaran 2008/2009.
  10. Dengan berlakunya kebijakan ini, maka Kebijakan Penugasan Jabatan Fungsional Dosen Tetap No 01/Ak-D/UPM/05 tidak berlaku.
  11. Hal-hal yang belum diatur dalam kebijakan ini ditentukan oleh Direktorat terkait dengan persetujuan Deputi Rektor Akademik dan Riset.
  12. Kebijakan ini tidak dapat dilepaskan dari Penjelasan Kebijakan Tugas dan Kewajiban Dosen Tetap yang terdapat pada Lampiran

Personal tools